Jumat, 14 Maret 2014

Gunung Slamet beberapa hari ini mulai ramai diberitakan di media massa. Gunung Slamet merupakan gunung yang tertinggi di propinsi Jawa Tengah - Indonesia. Tertinggi ke-dua di Jawa setelah Gunung Semeru (Jawa Tengah). Gunung yang memiliki  ketinggian 3.428 meter di atas permukaan laut ini dikabarkan pernah meletus meletus pada tahun 1999. Namun beberapa jam yang lalu,  gunung Slamet telah masuk dalam aktivitas WASPADA.  
Gunung Slamet terletak di perbatasan Kabupaten Brebes, Banyumas, Pemalang, Tegal dan Purbalingga. Selain gunung Kelud dan Sinabung, menurut Koran Tempo, ada banyak gunung Api yang bergejolak belakangan ini di Indonesia. Khusus di pulau Jawa, Ada beberapa gunung api yang mulai bergejolak akhir-akhir ini.

Adapun gunung-gunung yang dimaksud adalah : 
  • Jawa Barat (Anak Krakatau, Gunung Papandayan)
  • Jawa Tengah (Gunung Dieng, Gunung Merbabu)
  • Jawa Timur (Gunung Bromo, Gunung Semeru, Gunung Ijen dan Gunung Raung)
Demikian pula halnya dengan Gunung Slamet yang letaknya berdekatan dengan tempat wisata Batu Raden ini. Sehari yang lalu, gunung Slamet telah mengeluarkan asap pekat lewat letusan freatik sebanyak 9 kali. Menurut para ahli geologi, letusan freatik merupakan hasil interaksi antara magma dan abu tanah sehingga menimbulkan material abu vulkanis dan uap air. Gejolak yang ditimbulkannya terus meningkat. Hingga pada saat ini gunung Slamet sudah masuk pada aktifitas Waspada.

Walaupun belum begitu membahayakan warga yang bertempat tinggal  dalam radius 5 kilometer, tetapi warga telah dipersiapkan. Persiapan yang telah dilakukan yaitu mengadakan simulasi bahaya meletusnya gunung Slamet (sumber : Kompas)

Ditambahkan,  letusan gunung berapi dianggap berbahaya bila sudah mencapai radius 2 kilometer dari pemukiman warga. Biasanya, letusan-letusan asap yang ditimbulkan oleh gunung api sering disertai dengan gempa embusan dan gempa vulkanis dalam yang kecil dan yang besar. Untuk mengantisipasinya, orang atau masyarakat awam diminta menghindari gunung dari jarak dekat. Demikian juga dengan aktivitas pendakian dan pariwisata untuk sementara ini dihentikan secara total. Bahkan ada beberapa orang pendaki yang dijemput dan dievakuasi dari 5 pos yang ada di jalur pendakian gunung Slamet.

Apakah gunung Slamet akan meletus ? Semuanya kita serahkan pada sang pencipata. Dialah yang mengatur segala sesuatunya di muka bumi ini. Kita warga masyarakat dan makhluk ciptaan-Nya harus bersiap-siap menghadapi gunung yang berpotensi mengeluarkan isi perutnya. Tapi kita berharap semoga Gunung Slamet tidak meletus. Amin ...

Baca juga : 

1 komentar:

Design by Adsense Maker | Blogger Theme by Lare Glundengan